Februari 6, 2011

Catatan seorang engineer – Valve (Part 2)

Posted in Catatan Seorang Engineer, kerja pada 2:22 pm oleh syofuan

Valve (Part 2)

Hari Ke-2

 

Berdasarkan standar pembuatannya, valve kita kategorikan ke dalam :

a. Standar ANSI (America National Standards Institute)

b. Standar DN (Deutsches Institut für Normung = Institut Standar Jerman)

c. JIS (Japanese Industrial Standards), dll

secara umum, pembuatan valve didasarkan pada standar-standar yang ada didunia. Untuk di Indonesia, barang-barang yang beredar kebanyakan standar ANSI dan JIS, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk standar DIN juga masuk.

Yang perlu diingat, walaupun terdengar sangat sederhana, pemilihan valve berdasarkan standar ini juga sangat penting, karena akan menyangkut ke material bantunya, yaitu Flange/Thread dan juga jenis dan banyaknya Mur-Baut.

Belajar dari pengalaman, pemilihan suatu standar produksi sangat tergantung dari Client/User/Owner yang bersangkutan. Misal, untuk User dengan kebangsaan Jepang, tentunya jepang-minded, begitu juga untuk Client yang bersal dari eropa, standar eropa adalah harga mati.

Quote :

Faiz : “Lah kog ga ada standard Indonesia ya bii???

Abi Faiz : “Sakjane kui ono kak, SNI = Standar Nasional Indonesia..tapi yo gimana lagi, SNI yang ada ae suangat banyak merujuke atau bahkan salin-tempel (copy-paste) dari standar-standar yang sudah baku di Indonesia. Selain itu, orang Indonesia juga memang sangat “bangga” dengan produk-produk luar, sangat beda dengan orang Jepang misale…Untuk produk, mereka sangat Japan-minded…Misal : Mobil harus Toyota, AC harus Panasonic, dll…lah kalo Indonesia…ya malu…

Berdasarkan kelas kerjanya, valve dikelompokkan menjadi :

a. Kelas JIS 10 K / ANSI 150 PSI

b. Kelas JIS 16 K / ANSI 230 PSI

c. Kelas JIS 20 K / ANSI 300 PSI, dll

sangat tergantung pada kelas pipa yang digunakan.

Berdasarkan material utamanya, valve-valve secara umum dapat kita kelompokkan menjadi :

a. Valve Brass (Kuningan) / Bronze (Perunggu)

b. Valve Cast Iron ( Besi tuang)

c. Ductile Iron (Besi yang dapat dibentuk)

d. Stainless Steel, dll

Seleksi valve berdasarkan materialnya ini sangat penting mengingat perbedaan kondisi kerja, semisal valve yang akan digunakan untuk air limbah sebisa mungkin berbahan dasar Stanless Steel ketimbang Cast Iron, dll

Quote :

Faiz : “Untuk valve ae kog kedengeran ne nakutin yo bii, buanyak banget???”

Abi Faiz : “Lah itu belum seberapa kak, asli ne yo kalo mau lebih mendalam yo bisa lebih buanyak lagi….hehehehehehe

Februari 5, 2011

Catatan seorang engineer – Valve

Posted in Catatan Seorang Engineer, kerja pada 11:06 pm oleh syofuan

Valve (part 1)

Tak terasa sudah 3 bulan ini begitu banyak waktu kuhabiskan dikeriuhan yang sepi dalam lingkungan “under construction”. Terngiang dengan jelas statement seorang senior se-almamater di milis alumni : “Dengan menulis kita akan membawa EPOS (Energi Positif), dan yang paling penting, menulis dapat membawa kebahagian..bagaimana mungkin????karena dengan menulis…kita memberi kesesama kita…sembawa senyum, kebahagiaan dan kepuasan spiritual…”

Mangstab…malam ini, dari tepian Kali Malang, Cikarang, Bekasi, kugerakkan tangan ini untuk memulai menuangankan catatan harian ku – Catatan seorang Engineer –

Hari Ke-1

Begitu banyak istilah di dunia engineering, salah satu istilah yang paling sering sering kita dengar adalah valve.

Valve, atau yang bila kita terjemahkan bebas kedalam bahasa Indonesia, dapat diartikan sebagai katup atau pembatas. Sesuai arti katanya, valve mempunyai tugas utama yaitu untuk membatasi atau mengatur lalu lintas fluida dalam suatu saluran atau pipa.

Ada beberapa pembagian kelompok untuk valve, antara lain adalah :
1. Berdasarkan cara kerjanya untuk membatasi,
2. Berdasarkan kegunaan/pemanfaatannya,
3. Berdasarkan penggeraknya,
4. Berdasarkan standar pembuatannya,
5. Berdasarkan kelas kerjanya,
6. Berdasarkan materialnya, dll

Berdasarkan cara kerjanya, valve dapat kita kelompokkan menjadi :
a. Gate Valve (Katup tipe pintu)

Valve tipe ini adalah salah satu jenis valve yang paling banyak kita jumpai. Cara kerjanya sangat sederhana, yaitu membatasi aliran fluida dengan cara membuka atau menutup pintu utama keatas dan kebawah. Cara yang sama seperti yang diadopsi untuk membatasi aliran pada kanal atau irigasi di sawah.

b. Butterfly Valve (Katup tipe kupu-kupu)


Sesuai dengan namanya, valve tipe ini cara kerjanya adalah dengan memutar piringan (disk) pada sumbu utamanya untuk membuka atau menutup jalan fluida. Gerakan memutar ini mirip dengan gerakan mengepak pada kupu-kupu, sehingga dinamakan butterfly valve, atau katup tipe kupu-kupu.

c. Ball Valve (katup tipe bola)

Untuk valve jenis ini, metode buka-tutup jalur menggunakan bola (disk pada butterfly valve) berlubang ditengahnya. Jika posisi bola ada dijalur, valve dalam kondisi tertutup, dan sebaliknya, jika posisi lubang ditengah bola yang ada di jalur, valve dalam posisi terbuka.

Ada 2 tipe Ball Valve, pertama, ukuran lubang di bolanya ada yang full (penuh) dengan ukuran diameter rumahnya (koneksinya), yang kemudian disebut Full Bore,

dan ada juga yang ukuran lubangnya yang lebih kecil dari ukuran diameter rumahnya (koneksinya), yang dikenal dengan nama Reduced Bore.

d. Globe Valve
Valve yang satu ini menciptakan jalur khusus dalam rumah valve, dimana aliran fluida masuk, kebawah, naik keatas dan keluar.

Pada posisi fluida dari bawah keatas inilah metode buka-tutup jalur dilaksanakan, dengan bantuan penyumbat yang bergerak turun-naik.


Dengan metode ini, aliran fluida tidak bergejolak terlalu besar, sehingga tidak menimbulkan turbulensi.

Quote :
# Faiz : “Lah, kira-kira valve jenis apa yang paling buanyak digunakan bi???”
# Abi Faiz : “Tergantung, kak…tergantung peruntukannnya…tapi kira-kira seperti ini…

Dari beberapa metode buka-tutup jalur ini, terdapat nilai lebih dan kekurangan pada masing-masing tipe, yaitu antara lain :

* Butterfly valve adalah valve yang secara konstruksi paling sederhana. Oleh karena itu, dari segi biaya pembuatan juga yang paling murah. Dilain sisi, karena konstruksi yang sangat sederhana, valve tipe ini juga kekuatan tahan alirannya juga yang paling rendah.

* Ball valve adalah jenis valve yang mempunyai respon waktu buka-tutup paling singkat, oleh karena itu paling pas untuk penggunaan yang membutuhkan respon cepat, semisal untuk fluida udara/gas.

* Globe valve, dengan konstruksinya yang kokoh, mempunyai kekuatan tahan yang paling baik. Tapi, karena konstruksinya yang kokoh itu juga, pembuatannya jadi lebih sulit sehingga membutuhkan biaya yang lebih tinggi.

* Untuk level pembukaan valve yang paling lebar, Gate valve adalah pilihan yang pas. Selain itu, cara kerjanya yang sederhana juga menyebabkan biaya produksinya tidak terlalu mahal, sehingga menempatkan valve jenis ini sebagai valve yang paling banyak digunakan.

Quote :
# Abi Faiz : “Wis ngerti durung kuwe, kak…???”
# Faiz : “!@#$%^&*()…..”

Berdasarkan kegunaan/penggunaannya, valve bisa kita kelompokkan manjadi :
a. Maintenance Valve
Untuk kegunaan jenis inilah valve paling umum diadakan, untuk mempermudah proses perawatan.

b. ByPass Valve
Pada kondisi ini valve umumnya bekerja Normally Closed (NC), dan hanya akan digunakan (open), ketika valve pada jalur utama sedang bermasalah atau diperbaiki, dengan harapan sistem tetap bekerja dengan baik.

c. Safety Valve
Valve yang satu ini di desain untuk memastikan bahwa tekanan didalam jalur berada pada tekanan normalnya, ketika tekanan dalam jalur naik melebihi set point, maka valve akan bekerja untuk membuang kelebihan tekanan ke udara luar.

Berdasarkan penggeraknya, valve dapat dikelompokkan menjadi :

a. Manual Valve
valve jenis ini menggunakan 100% usaha manusia untuk buka-tutup nya atau dengan kata lain, manual pengoperasiannya.

b. Motorized Valve
untuk tipe ini, batang (stem) valve dihubungkan (joint/couple) dengan penggerak (aktuator) yang berupa motor listrik. Pada pelaksanaannya, ada yang menggunakan listrik AC (alternating current = listrik arus bolak-balik) dan ada juga yang menggunakan listrik DC (direct current = listrik arus searah).

c. Solenoid Valve
pada jenis valve ini, penggerak buka-tutup valve adalah rangkaian elektro-magnet yang ditimbulkan oleh kumparan yang dilalui arus listrik.

d. Hidraulic Valve
untuk jenis ini, penggerak utama valve adalah fluida cairan (hidro), bisa berupa oli ataupun yang lainnya.

e. Pneumatic Valve
pada Pneumatic valve, sumber penggerak utama adalah fluida udara/gas, yang umumnya berupa udara bertekanan (compressed air).

Quote :
# Faiz : “Nek valve-valve ini, opoo beda ne dengan valve yang dah dijelaskan diatas, bii???
# Abi Faiz : “Yo, asli ne ra beda, kak…Valve-valve e, jenis e yo tetep seperti yang dah dijelasin sebelum e, tapi untuk penggerak e ditambah aktuator iku kui…”

# Faiz : “Lah, trus sing paling akeh digunak ne, sing dhi bii???”
# Abi Faiz : “Lah pertanyaan ne kog podho…piye yo nek njelasno…ngene…

* Manual valve paling sederhana
* Motorized valve paling mudah digunakan, tinggal dihubungkan dengan sumber power, langsung Jreeeenng
* Solenoid valve lebih murah dibandingkan dengan Motorized valve, karena tidak menggunakan motor, hanya kumparan saja
* Hidraulic valve tentunya memberikan kekuatan yang paling besar, dan sebaliknya, juga membutuhkan biaya yang besar dari instalasi dan pemeliharaan
* Pnuematic valve, biaya relatif lebih murah bila dibandingkan Hidraulic, instalasi lebih sederhana (fluida udara/gas), lebih cepat responnya, tetapi kekuatannya lebih lemah jika dibandingkan dengan Hidraulic valve

Quote :
# Abi Faiz : “Piye, wis mudeng durung ???”
# Faiz : “kuuuk…….kuuukkkkk”
# Abi Faiz : “Dasar si kakak…tijelasin malah Abi ditinggal turu,,,”

Februari 23, 2008

Progress Review

Posted in kerja pada 8:53 am oleh syofuan

wow…ga kerasa da 4 bulan ini aye gabung di Jaga Citra. Ada banyak ilmu dan pengetahuan yang dah didapatkan tentu (terima kasih Pak Henky, Pak Aris, Pak Dwi, Pak Arif, Pak Hardi, Pak Ali, Pak Adjat, Pak Endang, Pak Heri, Pak Ubay, Pak Sigit, Pak Endra, Pak Anton, Mas Firman, Jaka, Farid (walaupun kamu da re-sign, komunikasi tetep jalan dunk???), bang Hozin, Mas Donny, Mb Levi, Mb Yuni, Reni, dll). Terutama mengenai seluk beluk dunia konstruksi, khususnya mengenai bidang mekanikal-elektrikal…

Oh iya, mungkin perlu di-review dikit apa itu Jaga Citra. Jaga Citra Inti (JCI) adalah salah satu perusahaan kontraktor mekanikal elektrikal di Indonesia. Pertama berdiri sebagai bagian dari Total Bangun Persada (TBP) yang merupakan salah satu pemain besar di dunia konstruksi Indonesia dan Dunia. JCI kemudian berdiri sendiri, dengan memfokuskan dirinya pada bidang mekanikal-elektrikal dan Building Automation System (kalo sekarang lebih dipopulerkan dengan istilah IBS -> Intelligent Building System).

S ebagai salah satu pemain utama di bidang mekanikal-elektrikal, dan dengan visi kedepan yang besar, JCI, melakukan terobosan dalam menciptakan dan mendidik engineer muda mereka (maap Mb Ani, terpaksa aye simpulkan tersendiri…). Program ini mereka beri titel “Project Management Program”, yang kemudian diganti dengan “Engineering Trainee”.

Melalui progam inilah aye bergabung dengan ni perusahaan. Terhitung sejak pertama kali dijalankan, berarti aye termasuk angkatan ke-2 (setiap angkatan diambil dalam 1 tahun dengan tanggal penerimaan yang berbeda). Kita masuk berempat, Mas Arif (TE 98), Mas Dani (FT 02), Mas Naryo (TM 02), dan aye sendiri (FT 03).

jagacitra-teambuilding.jpg

Progress review sebenarnya memang direncanakan setelah 4 bulan berjalan training tahap pertama di dept. Marketing & Estimasi (MKE). Awalnya bingung mau persentasiin apa, tapi kemudian dapat pencerahan dari Pak Aris. Ya kemudian aye coba rangkum aja, ditambah dengan apa aja yang telah aye dapatkan selama 4 bulan belakngan ini.

Persentasi-nya sih mungkin adalah suatu hal yang biasa, tapi hal yang agak luar biasa (bagi aye) adalah peserta yang diundang untuk mendengarkan presentasi kami, jajaran direksi bo dan notabene mereka adalah engineer2 hebat-nya perusahaan yang sangat aye hormati…hiks…hiks…hiks…

Untungnya aye selalu punya pendamping, Annisa ( selanjutnya ditulis Ima), yang bisa kasih kontribusi besar. Alhamdullillah semuanya dapat dipersiapkan dengan lancar…

Pas acara persentasi digelar, ada suatu celetukan dari Pak Aris (GM MKE) : “Wah saya pulang aja deh????”. Trus direksi yang laen nanya : “Loh knapa???” . trus Pak Aris jawab : “Saya dikeroyok anak2 UGM”…sontak yang laen pada celingukan saling liat…hahahahahaha…ternyata emang bener, kita semuanya anak UGM. Ada Pak Henky (TM 85), Pak Cipto (TM 86 or 87), Mb Ani (Psi ???), Andar (TM 00), Nugra (TM 00), Belly (Elins 02), Arif (TE 98), Dani (FT 02), Naryo (TM 02), and aye…

Persentasi dilanjutkan dan masuklah giliran aye. Asli aye grogi alias nervous berat. Untungnya dah persiapan presentasi yang bagus..huff…walaupun demikian secara keseluruhan aye agak menyesal karena dalam penyampaian presentasinya terlalu terburu2…hiks…hiks…hiks…

Tapi ga papa…dari acara tersebut semangat kita kayak kembali dipompa…dan dari program kita secara lisan Pak Henky (Direktur Teknik), menyatakan ada sedikit perubahan. Kita yang seharusnya dijadwalkan selanjutnya ke lapangan, diganti dengan mangkal dulu di bagiannya pak Arif (kantor assisten ahli konstruksi) untuk mendalami bidang desain dan memperkuat dasar tekniknya…

Semangat…semangat…kedepan harus jadi engineer yang hebat…harus jadi VE -> Value added Engineer…

JagaCitra Family