Februari 14, 2011

Pengkondisi Udara (Air Conditioning) – Catatan Seorang Engineer (1)

Posted in Catatan Seorang Engineer pada 10:10 pm oleh syofuan

Perubahan cuaca yang ekstrim belakangan ini semakin memicu manusia untuk berlomba-lomba menciptakan lingkungan yang nyaman bagi mereka. Terlebih di kota-kota besar, yang nota bene temperatur lingkungan (ambient) lebih tinggi bila dibandingankan dengan temperatur ambient di lingkungan kampung atau pedesaaan.

Belum lagi tren bangunan yang lebih memilih bentuk “meninggi” dari pada “meluas”, karena keterbatasan lahan, menyebabkan bertaburannya bangunan-bangunan tinggi (high rise buiding), hingga ke level gedung pencakar langit.

Sebagai konsekuensi logisnya, dibutuhkan teknik yang dapat membuat lingkungan baru (rumah, high rise building, ataupun gedung pencakar langit) agar nyaman untuk ditempati.

Pengkondisian udara, atau yang lebih kita kenal dengan istilah air conditioning (AC), adalah salah satu upaya akal budi manusia untuk membuat ruangan menjadi lebih nyaman secara termal, dengan jalan menghilangakan panas laten udara ke lingkungan luar dengan bantuan siklus refrigerasi (pada umumnya) atau dengan evaporasi, adalah salah satu jawabannya.

AC masuk dan dikenal untuk bangunan tinggi di Indonesia pertama kali pada proyek pembangunan Hotel Indonesia, tahun 1961. Pada saat itu, bidang pengkondisian udara ini belum banyak dipelajari, apalagi dikembangkan.

Setelah sekian dasawarsa berlalu, bidang yang spesifik untuk mempelajari pengkondisian lingkungan atau yang di luar lebih dikenal dengan Heat, Ventilating & Air Conditioning (HVAC) ini telah semakin berkembang dan semakin mapan ditataran disiplin ilmu teknik atau rekayasa.

Siklus refrigerasi adalah salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk pengkondisian udara. Siklusnya sederhana, melibatkan kondenser, katub ekspansi (expantion valve), evaporator dan kompressor.

Evaporator adalah bagian yang berfungsi untuk mengambil panas laten dari udara dalam ruangan. Panas laten udara dalam ruangan digunakan untuk memanaskan refrigerant cair hingga menjadi uap.

Uap refrigerant ini kemudian diteruskan ke kompressor, disini uap refrigerant dinaikkan tekanannya melalui proses kompresi.

Setelah tekanannya naik, uap refrigerant lalu masuk ke kondensor. Di kondensor, uap refrigerant berubah fase manjadi cair dengan melepaskan panas ke lingkungan luar.

Keluar dari kondensor, refrigerant cair ini menuju expantion valve untuk diturunkan tekanannya. Selepas dari expantion valve, refrigerant kembali masuk ke evaporator, dan begitulah siklus ini terus-menerus berulang.

Ada beberapa jenis alat pengkondisi udara / AC yang relatif sering kita jumpai, antara lain:

1. AC Windows

Sesuai dengan namanya, windows, maka AC ini letaknya di jendela. Pada unit AC ini, semua komponen siklus refrigerasi terletak dalam satu paket. Itulah salah satu kelebihan AC jenis ini, bentuknya yang compact, karena semuanya tergabung dalam satu paket.

Tetapi, karena semua komponen terletak dalam satu paket ini juga, AC jenis ini membutuhkan ruang yang relatif besar (minimal sebesar jendela), akibatnya harus ada bobokan dinding yang besar. Selain itu, AC ini juga relatif bising, karena komponen yang menyumbangkan kebisingan (kompressor) ada didekat kita (user).

2. AC Split

Sesuai namanya, split, konsep utama AC jenis ini adalah memisahkan antara bagian siklus yang bisa ditoleransi untuk penempatan didalam ruangan, dengan bagian yang relatif tidak tepat untuk berada di dalam ruangan (karena bising atau menjadi sumber panas).

Di sistem AC ini dikenal bagian AC yang ditempatkan didalam ruangan (indoor unit), dan bagian yang diletakkan di luar ruangan (outdoor unit).

Bagian indoor unit, hanya berisikan komponen evaporator. Sedangkan bagian outdoor unit, berisikan kompressor, kondenser dan expantion valve.

Antara indoor dan outdoor unit, dihubungkan oleh pipa tembaga (copper pipe) yang besar dan panjang maksimalnya relatif terhadap besar kecilnya kapasitas pendinginan AC tersebut.

AC Split juga terdiri atas beberapa tipe, antara lain :

a. AC Split Wall


Sesuai namanya, AC jenis ini menempel di dinding (wall). Jenis AC ini paling cocok untuk rumah tinggal (residential), kamar hotel, ataupun apartemen.

b. AC Split Ceiling Casette

AC tipe ini digunakan untuk mengakali minimnya ruang dalam plafon. Paling cocok untuk ruang pertemuan, restaurant, ruang tunggu, dll.

c. AC Split Ceiling Suspended

AC ini bentuknya menyerupai tipe Wall, tapi sebenarnya ia menggantung di langit-langit (ceiling suspended). Paling cocok untuk ruang pertemuan, restaurant, dll.

d. AC Split Floor Standing

AC ini bentuknya menyerupai tipe Wall, tapi sebenarnya ia berdiri diatas lantai (floor standing). Paling cocok untuk ruang pertemuan, restaurant, dll.

e. AC Split Duct

Iklan

Februari 12, 2011

Law of Attraction

Posted in ungkapan pikiran pada 9:18 pm oleh syofuan

Dipercaya atau tidak, semua yang ada didunia ini telah diatur Allah SWT dengan begitu indahnya. Ada banyak misteri dibalik misteri, dan bila sedikit flash back memori ke belakang, semuanya bagaikan menarik kita kedalam suatu pusaran waktu yang ternyata saling berkaitan.

Entah benar atau tidak, teori saling ketertarikan (law of attraction), bila kita telaah lebih lanjut ada benarnya. Entah kebenaran itu hanya sebuah kebetulan ataukah bukan, hanya Allah yang maha tahu.

Belajar dari banyak cerita dan pengalaman, tidak ada suatu hal yang tidak mungkin, syaratnya : jika dan hanya jika kita benar-benar berusaha untuk itu.

Sebagai salah satu contoh kasus, kisah Andrea Hirata, yang kemudian sangat terkenal dengan tetralogi Laskar Pelanginya. Sebagai seorang anak kampung, yang nota bene kampungnya sangat jauh dari akses transportasi, terlebih lagi informasi & pendidikan, tetap tidak bisa menghalanginya untuk melanglangbuana ke eropa.

Belajar dari catatan B.J Habibie, tantangan dan cemoohan teman-teman dan petinggi bangsa ini untuk membuat pesawat hasil karya anak bangsa yang bisa terbang, bisa dijawab dengan kepala tegak. 10 tahun setelah tantangan itu diberikan,  si”Gatot Kaca” terbang diangkasa ikut memeriahkan pesta hari kemerdakaan bangsa ini.

Apapun mungkin, itulah poin utamanya. Pertanyaannya, apakah resep dibalik kemungkinan ini???Apakah rahasia dibalik rahasi yang membuat semua kemungkinan ini menjadi nyata???

Resep No 1. Niat

Mengapa niat menjadi yang pertama???

Niat adalah ruhnya suatu pekerjaan. Dalam Islam, niat adalah dasar diterima atau ditolaknya suatu amalan. Begitu pentingnya niat, sampai-sampai ditegaskan oleh Baginda Rasul beberapa kali dalam hadist-hadistnya.

Dengan niat, kita menamkan sebuah ide jauh didalam kepala kita untuk melakukan sesuatu. Semakin kuat niat itu, semakin dalam pulalah kita menanamkan ide tersebut dimemori kita. Efeknya, bagaikan sebuah goresan yang dituliskan diatas batu, semakin kuat dan dalam kita menulisnya, akan semakin nyata tulisan tersebut dapat terlihat.

Hanya dengan gambaran yang jelas kedepan (visi) yang mendalam, kita bisa membayangkan keberhasilan atau manisnya keberhasilan meraih sesuatu, dan itu akan menjadi sumber energi yang rasanya jauh lebih besar dari sumber energi apapun didunia ini, yang sepertinya tidak ada habisnya.

Oleh karena itu, luruskanlah niat kita. Fokus kepada pencapaian yang ingin kita raih. Rajutlah visi-visi kita kedepan dengan sebaik-baiknya.

Resep No 2. Kerja Keras

Kehidupan yang telah saya jalani lebih kurang 25 tahun ini, memberikan pelajaran nyata mengenai kerja keras. Tidak ada satu pun hal membanggakan yang bisa dengan mudahnya kita dapatkan.

Dulu waktu di masa sekolah, akan sangat bangga jika bisa maju ke podium sekolah setiap caturwulannya, sebagai jawara kelas.

Dulu, ketika masa perkuliahan, kepala bisa diangkat setinggi-tinggi nya jika bisa mendapatkan nilai A di matakuliah yang menebar ranjau D & E.

Sekarang, di dunia kerja, begitu bahagianya jika kita bisa memberikan solusi terbaik dalam penyelesaian masalah teknis dan non-teknis di pekerjaan kita.

Apa kuncinya, tidak lain adalah kerja keras.

Secara teoritis, nilai keberhasilan seseorang tentu akan berbanding lurus dengan sebarapa besar usahanya.

Bagaimana Rasullullah bisa begitu disayang Allah, lebih dari manusia lainnya didunia???karena Rasullullah selalu menyibukkan dirinya untuk beribadah kepada Allah, disaat kita tidur, dahulu Rasul terjaga, dan selalu beribadah . Jika kita hitung, jam kerja ibadah Rasul mendekati 24/7, atau sangat banyak dibandingkan manusia-manusia lainya.

Bagaimana B.J Habibie bisa begitu sukses dan terkenal dengan hukum “Crack” nya???karena usaha pantang lelahnya untuk terus belajar, bekerja dan selalu berusaha. Disaat yang lain telah terlelap dalam mimpi indah, beliau masih bekerja dan bekerja. Jika kita hitung, jam kerja Habibie, pasti lebih banyak dibandingkan koleganya.

Dapat ditarik kesimpulan, jam kerja yang lebih, bisa meningkatkan hasil. Atau bisa diterjemahkan menjadi : Usaha yang lebih, pasti akan memberikan hasil yang lebih baik pula.

Apakah yang bisa memberikan kita energi untuk terus dan terus bekerja???pastilah suatu bahan bakar yang tersedia dalam jumlah besar dan tidak pernah lekang oleh waktu.

Adakah sumber energi seperti itu didunia???ada…niat yang tulus ikhlas dan terpatri dengan kuatlah jawabannya.

Resep No 3. Doa

Mengapa doa begitu penting???bukankah usaha kita yang paling penting???

Usaha memanglah penting, tetapi sebagai manusia biasa, kita tidak luput dari kekurangan dan kekurangan. Disinilah peran doa, sebagai media berkeluhkesah, sebagai media sharing antara mahluk dengan penciptanya.

Dengan berbagi, beban dipundak kita akan menjadi lebih ringan. Dan sebagai side effect nya, kita mempunyai energi tambahan untuk berjalan lebih jauh, bahkan berlari.

Dengan 3 resep diatas, akan sangat mungkin bagi kita untuk melakukan segala sesuatu, dan disinilah kemudian teori ketertarikan ini menjadi sangat masuk akal. Believe it or not, selama kita bisa memenuhi ke-3 syarat diatas, insyaallah kita bisa.

Teringat sebuat motto dari seorang senior : “Success is a mind set, not just an achievement“…keberhasilan itu bermula dari sebuah pola pikir, bukan hanya sebuah pencapaian, karena pencapaian hanyalah sebuah awal untuk pencapaian-pencapaian selanjutnya.

 

*dari tepian “unfortunate river”, ditengah keramaian yang sunyi sebuah underconstruction project

 

 

 

 

Februari 6, 2011

Mau jadi apa kita??? Kitalah penentunya…

Posted in ungkapan pikiran pada 2:33 pm oleh syofuan

Jakarta, sebuah kota dengan lansekap bebas, menjadi tujuan dari beragam etnik dan budaya yang bernaung dibawah kibaran “merah-putih” untuk menunjukan eksistensi dirinya. Cerita tentang keberhasilan dan gemerlap ibukota, telah mengusik banyak rasa penasaran untuk segera membuktikannya.

Memang benar kota ini dapat membawa kita pada puncak kepuasan, tetapi sebagai konsekuensi logisnya kota ini juga menuntut kesiapan kita untuk pulang dengan tangan hampa dan bahkan kehilangan banyak hal.

Yang perlu menjadi fokus perhatian kita adalah bagaimana cara kita untuk dapat hidup, bertahan, dan mengaktualisasikan potensi diri secara maksimal di kota ini.

Sebuah pelajaran bijak dari seorang kolega : “Jangan pernah menggantungkan hidup mu pada orang lain”, begitu kuat ingatan ku pada kata-kata itu, dan perenungan mendalam pun mengikutinya.

Benar, tidaklah mengada-ada pernyataan itu. Kita, memang tidak seharusnya menggantungkan nasib kita kepada orang lain. Nasib kita, ya hanya ada ditangan kita dan Allah.

Tidak ada alasan bagi Allah untuk mengangkat derajat kita, tanpa diimbangi dengan kepantasan dari kita untuk memperolehnya. Dan sebesar-besarnya usaha, jika tanpa diiringi doa, juga akan kurang maksimal.

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berjuang, sekuat tenaga, tanpa kenal putus asa, ikhlas, dan juga dengan selalu diiringi oleh doa kepada-Nya, harapannya agar kehidupan kita diberikan kemudahan, kebahagiaan, dan ketenangan…Amieen

*ditulis ditengah keriuhan area “under construction” yang sepi, ditepian Kali Malang…2011

Catatan seorang engineer – Valve (Part 2)

Posted in Catatan Seorang Engineer, kerja pada 2:22 pm oleh syofuan

Valve (Part 2)

Hari Ke-2

 

Berdasarkan standar pembuatannya, valve kita kategorikan ke dalam :

a. Standar ANSI (America National Standards Institute)

b. Standar DN (Deutsches Institut für Normung = Institut Standar Jerman)

c. JIS (Japanese Industrial Standards), dll

secara umum, pembuatan valve didasarkan pada standar-standar yang ada didunia. Untuk di Indonesia, barang-barang yang beredar kebanyakan standar ANSI dan JIS, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk standar DIN juga masuk.

Yang perlu diingat, walaupun terdengar sangat sederhana, pemilihan valve berdasarkan standar ini juga sangat penting, karena akan menyangkut ke material bantunya, yaitu Flange/Thread dan juga jenis dan banyaknya Mur-Baut.

Belajar dari pengalaman, pemilihan suatu standar produksi sangat tergantung dari Client/User/Owner yang bersangkutan. Misal, untuk User dengan kebangsaan Jepang, tentunya jepang-minded, begitu juga untuk Client yang bersal dari eropa, standar eropa adalah harga mati.

Quote :

Faiz : “Lah kog ga ada standard Indonesia ya bii???

Abi Faiz : “Sakjane kui ono kak, SNI = Standar Nasional Indonesia..tapi yo gimana lagi, SNI yang ada ae suangat banyak merujuke atau bahkan salin-tempel (copy-paste) dari standar-standar yang sudah baku di Indonesia. Selain itu, orang Indonesia juga memang sangat “bangga” dengan produk-produk luar, sangat beda dengan orang Jepang misale…Untuk produk, mereka sangat Japan-minded…Misal : Mobil harus Toyota, AC harus Panasonic, dll…lah kalo Indonesia…ya malu…

Berdasarkan kelas kerjanya, valve dikelompokkan menjadi :

a. Kelas JIS 10 K / ANSI 150 PSI

b. Kelas JIS 16 K / ANSI 230 PSI

c. Kelas JIS 20 K / ANSI 300 PSI, dll

sangat tergantung pada kelas pipa yang digunakan.

Berdasarkan material utamanya, valve-valve secara umum dapat kita kelompokkan menjadi :

a. Valve Brass (Kuningan) / Bronze (Perunggu)

b. Valve Cast Iron ( Besi tuang)

c. Ductile Iron (Besi yang dapat dibentuk)

d. Stainless Steel, dll

Seleksi valve berdasarkan materialnya ini sangat penting mengingat perbedaan kondisi kerja, semisal valve yang akan digunakan untuk air limbah sebisa mungkin berbahan dasar Stanless Steel ketimbang Cast Iron, dll

Quote :

Faiz : “Untuk valve ae kog kedengeran ne nakutin yo bii, buanyak banget???”

Abi Faiz : “Lah itu belum seberapa kak, asli ne yo kalo mau lebih mendalam yo bisa lebih buanyak lagi….hehehehehehe

Februari 5, 2011

Catatan seorang engineer – Valve

Posted in Catatan Seorang Engineer, kerja pada 11:06 pm oleh syofuan

Valve (part 1)

Tak terasa sudah 3 bulan ini begitu banyak waktu kuhabiskan dikeriuhan yang sepi dalam lingkungan “under construction”. Terngiang dengan jelas statement seorang senior se-almamater di milis alumni : “Dengan menulis kita akan membawa EPOS (Energi Positif), dan yang paling penting, menulis dapat membawa kebahagian..bagaimana mungkin????karena dengan menulis…kita memberi kesesama kita…sembawa senyum, kebahagiaan dan kepuasan spiritual…”

Mangstab…malam ini, dari tepian Kali Malang, Cikarang, Bekasi, kugerakkan tangan ini untuk memulai menuangankan catatan harian ku – Catatan seorang Engineer –

Hari Ke-1

Begitu banyak istilah di dunia engineering, salah satu istilah yang paling sering sering kita dengar adalah valve.

Valve, atau yang bila kita terjemahkan bebas kedalam bahasa Indonesia, dapat diartikan sebagai katup atau pembatas. Sesuai arti katanya, valve mempunyai tugas utama yaitu untuk membatasi atau mengatur lalu lintas fluida dalam suatu saluran atau pipa.

Ada beberapa pembagian kelompok untuk valve, antara lain adalah :
1. Berdasarkan cara kerjanya untuk membatasi,
2. Berdasarkan kegunaan/pemanfaatannya,
3. Berdasarkan penggeraknya,
4. Berdasarkan standar pembuatannya,
5. Berdasarkan kelas kerjanya,
6. Berdasarkan materialnya, dll

Berdasarkan cara kerjanya, valve dapat kita kelompokkan menjadi :
a. Gate Valve (Katup tipe pintu)

Valve tipe ini adalah salah satu jenis valve yang paling banyak kita jumpai. Cara kerjanya sangat sederhana, yaitu membatasi aliran fluida dengan cara membuka atau menutup pintu utama keatas dan kebawah. Cara yang sama seperti yang diadopsi untuk membatasi aliran pada kanal atau irigasi di sawah.

b. Butterfly Valve (Katup tipe kupu-kupu)


Sesuai dengan namanya, valve tipe ini cara kerjanya adalah dengan memutar piringan (disk) pada sumbu utamanya untuk membuka atau menutup jalan fluida. Gerakan memutar ini mirip dengan gerakan mengepak pada kupu-kupu, sehingga dinamakan butterfly valve, atau katup tipe kupu-kupu.

c. Ball Valve (katup tipe bola)

Untuk valve jenis ini, metode buka-tutup jalur menggunakan bola (disk pada butterfly valve) berlubang ditengahnya. Jika posisi bola ada dijalur, valve dalam kondisi tertutup, dan sebaliknya, jika posisi lubang ditengah bola yang ada di jalur, valve dalam posisi terbuka.

Ada 2 tipe Ball Valve, pertama, ukuran lubang di bolanya ada yang full (penuh) dengan ukuran diameter rumahnya (koneksinya), yang kemudian disebut Full Bore,

dan ada juga yang ukuran lubangnya yang lebih kecil dari ukuran diameter rumahnya (koneksinya), yang dikenal dengan nama Reduced Bore.

d. Globe Valve
Valve yang satu ini menciptakan jalur khusus dalam rumah valve, dimana aliran fluida masuk, kebawah, naik keatas dan keluar.

Pada posisi fluida dari bawah keatas inilah metode buka-tutup jalur dilaksanakan, dengan bantuan penyumbat yang bergerak turun-naik.


Dengan metode ini, aliran fluida tidak bergejolak terlalu besar, sehingga tidak menimbulkan turbulensi.

Quote :
# Faiz : “Lah, kira-kira valve jenis apa yang paling buanyak digunakan bi???”
# Abi Faiz : “Tergantung, kak…tergantung peruntukannnya…tapi kira-kira seperti ini…

Dari beberapa metode buka-tutup jalur ini, terdapat nilai lebih dan kekurangan pada masing-masing tipe, yaitu antara lain :

* Butterfly valve adalah valve yang secara konstruksi paling sederhana. Oleh karena itu, dari segi biaya pembuatan juga yang paling murah. Dilain sisi, karena konstruksi yang sangat sederhana, valve tipe ini juga kekuatan tahan alirannya juga yang paling rendah.

* Ball valve adalah jenis valve yang mempunyai respon waktu buka-tutup paling singkat, oleh karena itu paling pas untuk penggunaan yang membutuhkan respon cepat, semisal untuk fluida udara/gas.

* Globe valve, dengan konstruksinya yang kokoh, mempunyai kekuatan tahan yang paling baik. Tapi, karena konstruksinya yang kokoh itu juga, pembuatannya jadi lebih sulit sehingga membutuhkan biaya yang lebih tinggi.

* Untuk level pembukaan valve yang paling lebar, Gate valve adalah pilihan yang pas. Selain itu, cara kerjanya yang sederhana juga menyebabkan biaya produksinya tidak terlalu mahal, sehingga menempatkan valve jenis ini sebagai valve yang paling banyak digunakan.

Quote :
# Abi Faiz : “Wis ngerti durung kuwe, kak…???”
# Faiz : “!@#$%^&*()…..”

Berdasarkan kegunaan/penggunaannya, valve bisa kita kelompokkan manjadi :
a. Maintenance Valve
Untuk kegunaan jenis inilah valve paling umum diadakan, untuk mempermudah proses perawatan.

b. ByPass Valve
Pada kondisi ini valve umumnya bekerja Normally Closed (NC), dan hanya akan digunakan (open), ketika valve pada jalur utama sedang bermasalah atau diperbaiki, dengan harapan sistem tetap bekerja dengan baik.

c. Safety Valve
Valve yang satu ini di desain untuk memastikan bahwa tekanan didalam jalur berada pada tekanan normalnya, ketika tekanan dalam jalur naik melebihi set point, maka valve akan bekerja untuk membuang kelebihan tekanan ke udara luar.

Berdasarkan penggeraknya, valve dapat dikelompokkan menjadi :

a. Manual Valve
valve jenis ini menggunakan 100% usaha manusia untuk buka-tutup nya atau dengan kata lain, manual pengoperasiannya.

b. Motorized Valve
untuk tipe ini, batang (stem) valve dihubungkan (joint/couple) dengan penggerak (aktuator) yang berupa motor listrik. Pada pelaksanaannya, ada yang menggunakan listrik AC (alternating current = listrik arus bolak-balik) dan ada juga yang menggunakan listrik DC (direct current = listrik arus searah).

c. Solenoid Valve
pada jenis valve ini, penggerak buka-tutup valve adalah rangkaian elektro-magnet yang ditimbulkan oleh kumparan yang dilalui arus listrik.

d. Hidraulic Valve
untuk jenis ini, penggerak utama valve adalah fluida cairan (hidro), bisa berupa oli ataupun yang lainnya.

e. Pneumatic Valve
pada Pneumatic valve, sumber penggerak utama adalah fluida udara/gas, yang umumnya berupa udara bertekanan (compressed air).

Quote :
# Faiz : “Nek valve-valve ini, opoo beda ne dengan valve yang dah dijelaskan diatas, bii???
# Abi Faiz : “Yo, asli ne ra beda, kak…Valve-valve e, jenis e yo tetep seperti yang dah dijelasin sebelum e, tapi untuk penggerak e ditambah aktuator iku kui…”

# Faiz : “Lah, trus sing paling akeh digunak ne, sing dhi bii???”
# Abi Faiz : “Lah pertanyaan ne kog podho…piye yo nek njelasno…ngene…

* Manual valve paling sederhana
* Motorized valve paling mudah digunakan, tinggal dihubungkan dengan sumber power, langsung Jreeeenng
* Solenoid valve lebih murah dibandingkan dengan Motorized valve, karena tidak menggunakan motor, hanya kumparan saja
* Hidraulic valve tentunya memberikan kekuatan yang paling besar, dan sebaliknya, juga membutuhkan biaya yang besar dari instalasi dan pemeliharaan
* Pnuematic valve, biaya relatif lebih murah bila dibandingkan Hidraulic, instalasi lebih sederhana (fluida udara/gas), lebih cepat responnya, tetapi kekuatannya lebih lemah jika dibandingkan dengan Hidraulic valve

Quote :
# Abi Faiz : “Piye, wis mudeng durung ???”
# Faiz : “kuuuk…….kuuukkkkk”
# Abi Faiz : “Dasar si kakak…tijelasin malah Abi ditinggal turu,,,”