Maret 4, 2008

TransJakarta, solusi yang masih mencari jati diri…

Posted in ungkapan pikiran pada 6:55 am oleh syofuan

hidup dan dapat mereguk hawa ibukota mungkin merupakan harapan bagi beberapa manusia Indonesia, tapi tidaklah demikian bagi beberapa yang lainnya. ibukota yang merupakan urat nadi perekonomian bangsa, tempat ratusan suku bangsa bercampur baur mencari penghidupan, ternyata juga menimpan sejuta problematika dan permasalahan. mulai dari masalah pengangguran, tindak kriminal, polusi, hingga ke masalah kemacetan.

pada awal kelahirannya, jakarta, memang telah banyak menyita perhatian manusia. mulai dari kalangan pribumi, kaum barat, suku cina dan pedagang gujarat telah melirik daerah ini. lokasi yang strategis, karena berada diperairan tenang laut jawa, menambah daya tarik tersendiri bagi kota ini. tak heran, presiden soekarno juga memilih kota ini sebagai pusat pemerintahannya.

sebagai seorang ahli sipil, presiden soekarno, setidaknya telah merencanakan pembangunan ibukota. hal ini dapat dilihat dengan lansekap beberapa wilayah di jakarta yang telah diatur (Gambar 1).

Pancoran

tidak tahu apa sebabnya, lansekap yang telah direncanakan tersebut kini tergerus menjadi kesemerawutan yang terarah (Gambar 2).

Pancoran Sekarang

salah satu akibatnya yang tidak dapat terelakkan adalah kemacetan. kemacetan saat ini telah menjadi makanan sehari-hari warga jakarta. selain membawa dampak psikologi yang menghasilkan stres, ternyata masalah kemacetan ini juga turut membantu menghabiskan cadangan minyak dunia (menurut survei, ternyata jumlah konsumsi bahan bakar tinggi akibat kemacetan di jalan).

pemda DKI kemudian meluncurkan program yang dislogankan dapat mereduksi angka kemacetan di jakarta. program ini diberi tajuk “busway-TransJakarta”. dengan menelan dana yang tidak sedikit, program ini bergulir.

TransJakarta

secara umum, program ini memang telah mampu menghadirkan solusi angkutan umum yang cukup bermanfaat, tetapi rentetan masalah yang dibawanya juga tidak kalah banyak. mulai dari penyempitan jalur, tambahan kesemerawutan di jalanan, dan pelayanan yang belum maksimal.

untuk poin yang terakhir, tampaknya solusi yang di hadirkan TransJakarta belum dapat dikatakan sebagai mode transportasi masal yang manusiawi. bayangkan saja, hanya untuk mencapai lokasi-lokasi yang tidak terlalu jauh konsumen akan dihadapkan pada antrian yang panjangnya lumayan menyita waktu dan energi.

belum lagi dukungan fasilitasnya yang cenderung menurun, yang dahulunya setiap bus dilengkapi dengan mode pengingat lokasi halte, kini sebagian besar armadanya sudah tidak mengoperasikan fitur itu lagi. dahulu yang dikatakan penggunaan bahan bakar gas sebagai satu solusi aman, kini telah memakan korban satu bus terbakar. ditambah lagi masalah selternya yang jauh dari nyaman, terutama pada saat jumlah konsumen puncak.

setidaknya masih banyak poin yang harus dibenahi agar solusi ini mempunyai arti maksimal. TransJakarta, harapannya kedepan telah mempunyai jati diri yang tegas, mengenai posisinya sebagai alternatif pilihan mode trasnportasi warga ibukota

 

Iklan

8 Komentar »

  1. alfaroby said,

    hampir sama seperti yang dilakukan pemerintah yogyakarta yang menghadirkan solusi kemacetan dengan menghadirkan bus trans jogja…
    harga yang relatif murah dan kenyamanan para penumpangnya menambah daya tarik tersendiri.. akamn tetapi berbeda dengan trand Jakarta yang memiliki jalur bis sendiri… pada trans Jogja… jalur bis masih sama dengan jalur jalur umum kendaraan yang lain…
    semoga transportasi di Indonesia bisa berkembangh ke arah yang lebih baik lagi

  2. syofuan said,

    memang fenomena TransJakarta-lah yang menginspirasi hadirnya TransYogya. dari satu sisi, hal ini bisa meletigimasi keberhasilan TransJakarta (buktinya aja amape ditiru, ya ga???). disisi lain, seharusnya pihak penyelenggara juga lebih bijak dengan mengantisipasi agar problematika yang dihadapi TransJakarta agar jangan sampai terulang…setuju???

  3. desi said,

    wei…bosss….

    dah tak liat kan…?
    kayaknya aku agak melenceng dari pembahasan…sebelumya minta maaf…

    aku akan mengatur reuni anak fistek..ok?

    trus…banyak hal yang harus dipertimabangkan untuk mengambil suatu tindakan atas kepentingan umum. Aku sudah maerasakan indahnya jakarta ketika sedang macet.

    Aku berangkat jam setengah 7 nyampe kantor jam 9…padahal kalo ditempuh pada jam normal hanya 15 jam…

    how can it be???

    Butuh momentum khusus untuk mengambil tindakan yang rasional….seblum jakarta lumpuh total dengan kendaraannya…tak ada tindakan apapun yang lebih rasional selain membiar kan jakarta seperti itu…

    begitu pula dengan kota2 sekitarnya….

    Budaya dan gaya hiduplah yang membuat berantakan kota dan fasilitas umum kita….

    he…he….

  4. desi said,

    ralat 15 menit

  5. syofuan said,

    matur nuwun atas kunjungan-nya bude desi…

    sebagai kota dengan posisi strategis, terlebih lagi dipercaya sebagai ibukota negara, tentunya jakarta harus siap dengan segala resiko yang akan diterimanya, termasuk masalah kemacetan…

    tapi, yang perlu kita ingat pula adalah bahwa banyak kota-kota besar lainnya di dunia, dan kemacetan mereka tidaklah se-kronis yang dialami jakarta tercinta. pertanyaannya adalah : mengapa??? jawabnya : karena mereka punya mode transportasi masal yang mudah, murah, serta memberikan nilai tambah bagi penggunannya…

    semisal, subway (yang jelas, untuk moda yang satu ini kita harus bermimpi jika jakarta akan mempunyainya, mengapa???? banjir lah alasan utamanya, jalan yang diatas tanah aja terendam, apalagi yang dibawah tanah…#*?*!@)

    menurutku, solusi cerdas-nya adalah menetapkan jakarta sebagai daerah megapolitan, dengan daerah-daerah seperti bogor, bekasi, dan tanggerang sebagai penyangga. pusat pemerintahan dipindahkan ke pinggiran kota agar dapat membantu keteraturan. serta yang paling penting adalah penataan yang berorientasi lingkungan dan kebijakan pemerintah yang jelas dan tegas…

  6. makin macet kayaknya sejak ada busway..

  7. shanty said,

    Saya sering lihat foto di atas (transjakarta yang melaju bebas di tengah macet jakarta) di beberapa situ. Mohon info darimana sumber aslinya ya? Saya sedang butuh untuk publikasi. Trims.

  8. ardi teksid said,

    keren tp gw butuh yg lebih parah lagi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: