Maret 1, 2008

Psikologi, pengkotak-kotakan manusia yang penuh arti…

Posted in ungkapan pikiran pada 9:58 am oleh syofuan

assalammualaikum wr. wb.

bicara tentang psikologi, paling tidak yang terbayang adalah ilmu pastinya “paranormal modern”. tidak begiu banyak yang diketahui kebanyakan orang indonesia tentang ilmu yang satu ini, walaupun demikian mungkin satu dua istilah dibidang ini telah cukup populer.

mengingatkan pada percakapan semalam, dengan salah satu orang spesial yang dihadirkan Allah di muka bumi ini, ternyata psikologi sangat menarik untuk didalami. bukan hanya sebagai sebuah “ke-isengan” yang berhadiah sukses, tetapi juga sebagai salah satu jalan untuk lebih mengembangkan diri.

sang pemikir…secara etimologis, kata psikologi (-psychology) terbentuk dari padanan kata dalam bahasa yunani -psyche yang berarti jiwa, dan kata -logos yang berarti ilmu atau pengetahuan, yang jika dikombinasikan akan mempunyai makna sebagai suatu cabang ilmu atau pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

seiring dengan perkembangan peradaban manusia di jagat bumi, cabang keilmuan yang satu ini juga semakin memantapkan dirinya. satu hal yang masih agak tertinggal mungkin adalah perbedaan argumen mengenai core keilmuan bidang ini sendiri, sebagian mengelompokkan cabang ini kedalam lingkaran ilmu pasti dengan alasan kedekatan hubungan dengan dunia medik (kedokteran jiwa), sebagian lagi lebih memilih keberadaan ilmu ini dibawah bingkai pemikiran murni para filosof, masuk ke rancah sosial.

dengan tanpa mengurangi daya magnet yang ditimbulkan oleh bidang ini, perbedaan argumen tadi hanyalah suatu penambah cita rasa tersendiri dan tidaklah sepatutnya terlalu diperdebatkan.

bagi kalangan praktis, ilmu psikologi cukup penting untuk didalami. berdasarkan kepada kenyataan bahwa manusia selalu “bertarung” dalam kehidupannya, maka akan jauh lebih baik jika pengenalan terhadap diri, kekurangan-kekurangan diri, dan pola-pola “calon lawan-lawan” dilakukan sejak sedini mungkin. bukannya mengarah pada suatu “persaingan tidak sehat”, akan tetapi “manajemen” diri dan konflik-lah arah dari tujuan pembelajaran ini.

karena kuluasan skop keilmuan dan permintaan yang terus menerus bertambah semakin menbuat cabang kelmuan ini semakin kompleks. satu-dua praktisi keilmuan ini mulai menggerakan pikiran dan waktunya pada fragmen-fragmen kecil dari skop psikologi yang luas, dengan harapan akan semakin mengefektifkan energi didalamnya.

sekali lagi, manusia sebagai objek, dikotak-kotakkan. berbagai istilah pengelompokkan sifat-sifat manusia terus bermunculan. nama-nama seperti “sanguin”, “koleris”, “plegmatis”, dan “melankolis” adalah salah satu produknya, dan masih banyak lagi istilah-istilah “serupa-tak-sama” lainnya diluar sana.

memang tidak menyalahi satu kode etik apapun manusia di-klasifisikasi-kan berdasarkan sifat-sifat dominannya seperti contoh diatas. tetapi, yang paling penting dan mendasar untuk selalu diingat adalah tujuan dasar dari pengenalan ilmu ini, yaitu untuk “manajemen diri” dan “manajemen konflik”.

seperti kata petuah cina : “kenali-lah dirimu, lalu kenali-lah musuhmu, niscaya kamu akan memenangkan setiap pertempuran didepanmu”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: