Februari 6, 2011
Mau jadi apa kita??? Kitalah penentunya…
Jakarta, sebuah kota dengan lansekap bebas, menjadi tujuan dari beragam etnik dan budaya yang bernaung dibawah kibaran “merah-putih” untuk menunjukan eksistensi dirinya. Cerita tentang keberhasilan dan gemerlap ibukota, telah mengusik banyak rasa penasaran untuk segera membuktikannya.
Memang benar kota ini dapat membawa kita pada puncak kepuasan, tetapi sebagai konsekuensi logisnya kota ini juga menuntut kesiapan kita untuk pulang dengan tangan hampa dan bahkan kehilangan banyak hal.
Yang perlu menjadi fokus perhatian kita adalah bagaimana cara kita untuk dapat hidup, bertahan, dan mengaktualisasikan potensi diri secara maksimal di kota ini.
Sebuah pelajaran bijak dari seorang kolega : “Jangan pernah menggantungkan hidup mu pada orang lain”, begitu kuat ingatan ku pada kata-kata itu, dan perenungan mendalam pun mengikutinya.
Benar, tidaklah mengada-ada pernyataan itu. Kita, memang tidak seharusnya menggantungkan nasib kita kepada orang lain. Nasib kita, ya hanya ada ditangan kita dan Allah.
Tidak ada alasan bagi Allah untuk mengangkat derajat kita, tanpa diimbangi dengan kepantasan dari kita untuk memperolehnya. Dan sebesar-besarnya usaha, jika tanpa diiringi doa, juga akan kurang maksimal.
Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berjuang, sekuat tenaga, tanpa kenal putus asa, ikhlas, dan juga dengan selalu diiringi oleh doa kepada-Nya, harapannya agar kehidupan kita diberikan kemudahan, kebahagiaan, dan ketenangan…Amieen
*ditulis ditengah keriuhan area “under construction” yang sepi, ditepian Kali Malang…2011

annisa karnadi berkata,
Februari 21, 2011 pada 5:49 pm
Yes Sir…
Bener banget tuh,yg penting slalu berusaha yg terbaik
syofuan berkata,
Februari 25, 2011 pada 1:20 pm
siip…makasih ummi