02.23.08
mekanikal-elektrikal, sebuah ihtisar ilmu pasti…
mendengar kata mekanikal-elektrikal tentunya membangkitan ingatan kita akan listrik dan mesin. ya setidaknya itulah gambaran nyata makna kata ini bagi sebagian besar warga indonesia. bukanlah suatu kesalahan yang perlu dicari pembenarannya, akan tetapi core ilmu mekanikal dan elektrikal yang telah begitu populer dikalangan masyarakatlah yang telah membentuk gambaran tersebut.
tentunya bila dilakukan kajian yang lebih konprehensif mengenai bidang keilmuan ini, sejujurnya masih banyak frase kata yang dapat diperoleh untuk menjelaskannya. antara lain adalah kebenaran bahwa bidang ini merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari yang namanya gejala fisika dalam kehidupan.
ilmu yang paling pertama dikenal manusia mungkin adalah kemampuan akan perhitungan, bahasa dan filosofi, tetapi pada kenyataannya ilmu yang paling erat kaitannya dengan kehidupan manusia sehari-hari adalah ilmu fisika.
bagaimana tidak???mulai dari kita berjalan, berlari, ataupun diam dapat dianalisis secara fisika. objek kajian yang terus menerus berkembang dan semakin kompleks menyebabkan manusia berusaha membagi-bagi atau mengklasifikasikannya dalam model-model yang lebih sederhana. muncullah yang kemudian namanya ilmu mekanikal, dan elektrikal.
setelah mengalami kemajuan besar dalam perkembangannya, ilmu2 ini sekarang masuk dalam suatu kegundahan dan dilema karena kesulitan bergerak dan fleksibilitas yang semakin berkurang lantaran tugas besar core keilmunya yang dahulu dianggap sebagai spesialisasi.
elektrikal dengan core pembangkitan dayanya telah menyita sebagian besar waktu dari civitas akademika-nya dan memiliki kecenderungan untuk menghambat pengembangan kajian kearah yang lebih praktis. Begitu juga mekanikal, dengan paradigma di masyarakat akan kapabilitasnya dalam hal mesin, otomotif, dan mesin industri, telah menyita mempalingkan perhatian besar mereka akan hal2 yang lebih praktis.
dalam sebuah bagian fragmen kehidupan, sebenarnya dunia mekanikal-elekrtikal tidaklah sewajarnya dipisah-pisahkan. sebenarnya mereka adalah satu kesatuan yang utuh, yang jika kita menguasainya secara maksimal dapat membantu meringankan beban pekerjaan manusia secara umum, yang lebih familiah dengan istilah engineering.
memang, dalam paradigma pendelegasian tugas dan efektifitas kerja, spesialisasi sangat berperan. tetapi, jika pengkotak-kotakan tersebut malah tidak membawa ke arah yang lebih menyejukkan ditataran “akar rumput”, sudah sewajarnya kita mencoba merenung lebih dalam.
seorang engineer hebat yang benar adalah engineer yang bisa menghasilkan solusi brilian terhadap permasalah yang dihadapkan padanya. “cukup dokter saja yang mengkotak-kotakkan diri mereka dalam titel spesialis, kita para engineer tidak perlu latah untuk ikut-ikutan”, ucap seorang engineer hebat dalam salah satu wejangananya padaku.

Dadan berkata,
Agustus 12, 2008 pada 12:37 pm
kang mo kasih komentar dikit nih….. he he
Emang bener mekanikal dan elektrikal ga dapat di pisahkan, tapi akibat penugasan dan pendelegasian kerja yang monoton, akhirnya kita hanya bisa salah satu saja..
Jangankan Mekanikal dan Elektrikal, di mekanikal sendiri antara HVAC, Plumbing, Piping, Fire Protection dll penugasan pekerjaannya sudah masing2 dan monoton … (mungkin itu yang saya alami…..), kalo belajar disiplin yg lain mungkin hanya Philosofy-nya saja, tapi gak pernah menangani masalhnya secara langsung… ibarat main bola hanya ikut latihan & jadi cadangan aja gak pernah main… he he mungkin karena saya kerjanya di konsulsultan ME ya…
jadi ga seru kaya di kontraktor ME, he he
BRAVO MEP !!!!!!
andhini berkata,
Maret 15, 2009 pada 3:10 pm
emang ME itu ngapain aja kerjaannya?
eh btw wwan.. phrase terakhirmu itu berarti ; engineer tidak perlu mengutak atik titlenya … artinya dagh ga usah sekolah panjang2, langsung kerja aja, begitu bukan?? ;p!!!